Banyaknya potensi pemasukan negara yang hilang, hingga kisaran 7.200 triliun setiap tahun
Berikut pemberitaan yang dimuat kompas.com/Indra, tertanggal 7 September 2013.
Samad: Kita Ini Dibodohi Terus, Impor Itu Bohong
Sabtu, 7 September 2013 | 16:58 WIB
KOMPAS.com/Indra Akuntono Ketua KPK Abraham Samad saat
memberikan materi dalam Rakernas PDI Perjuangan di Ancol, Jakarta, Sabtu
(7/9/2013)
JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad
mengaku prihatin dengan banyaknya potensi pemasukan negara yang hilang akibat
kebijakan pemerintah yang tak jelas. Untuk itu, ia mengajak seluruh elemen
masyarakat untuk bersama-sama dengan KPK bergerak secara progresif memberantas
korupsi.
Saat memberikan materi di Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDI
Perjuangan di Hotel Ecopark, Ancol, Jakarta, Sabtu (7/9/2013), Samad menyoroti
kebijakan impor pangan yang ditempuh pemerintah. Dalam penelitian yang
dilakukan KPK, banyak kebijakan impor yang tak perlu dilakukan karena Indonesia
memiliki sumber daya alam yang jauh dari sekadar cukup.
"Kita ini dibodoh-bodohi terus, impor-impor itu bohong
karena KPK sudah memelajarinya," kata Samad.
Selain mengenai impor pangan yang tak jelas, Samad juga
menyoroti lemahnya regulasi untuk melindungi sumber daya energi Indonesia. Ia
mengatakan, dari 45 blok minyak dan gas (migas) yang saat ini beroperasi di
Indonesia, sekitar 70 persen di antaranya dikuasai oleh kepemilikan asing.
Kondisi semakin parah karena banyak pengusaha tambang di Indonesia yang tak
membayar pajak dan royalti kepada negara.
Dalam perhitungan KPK, potensi pendapatan negara sebesar Rp
7.200 triliun hilang setiap tahun karena penyelewengan tersebut. Bila ditotal,
kata Samad, pajak dan royalti yang dibayarkan dari blok migas, batubara, dan
nikel di setiap tahunnya dapat mencapai Rp 20.000 triliun. Namun, pendapatan
sebesar itu tergerus karena pemerintah tidak tegas dalam regulasi dan
kebijakan.
"Bila dibagi ke seluruh rakyat, maka pendapatan rakyat
Indonesia per bulan bisa mencapai Rp 20 juta," ujarnya.
Atas semua itu, dalam Rakernas PDI Perjuangan, ia mendorong agar
pemerintah menasionalisasikan semua blok migas dan potensi sumber daya alam
yang kini dikuasai oleh asing. Ia juga mendesak pemerintah memperketat izin
pada pengusaha tambang dan harus patuh pada pembayaran royalti serta pajak
menyusul adanya rencana membuka 144 sumur migas baru di Indonesia pada 2013.
"Supaya tak ada lagi anak putus sekolah, supaya Indonesia kembali ke
kejayaannya," kata Samad.
Komentar
Posting Komentar